top of page

Apa itu istilah TATS dan PASS dalam Metode Cara Menggunakan APAR?

Kalian pasti pernah mendengar sebuah kasus kebakaran yang dalam proses penanganannya memerlukan waktu yang cukup lama untuk dipadamkannya, padahal sudah menggunakan APAR yang berkualitas. Ini bisa disebabkan oleh salah satu faktor yaitu cara menggunakan APAR dan memadamkan api yang keliru.


Disini kita akan bahas:


Kita sering mendengar berbagai macam istilah dalam menggunakan APAR, misalnya metode TATS dan PASS. Lantas, apa yang membedakan kedua istilah tersebut dan mana yang lebih efisien dalam memadamkan APAR? Apakah kedua metode tersebut berbeda atau sama?

Mari kita ulas lebih detail.


Apa yang dimaksud dengan metode TATS dan PASS


Metode TATS dan PASS merupakan cara atau metode yang digunakan untuk memadamkan api. Metode ini lebih merujuk kepada bagaimana kita menyemprotkan APAR yang benar agar api dapat dipadamkan dengan mudah.


Walaupun media APAR yang digunakan sudah sesuai dengan jenis kebakaran, cara memadamkannya pun menjadi faktor penting seberapa cepat api dipadamkan. Jika digunakan sembarangan, makan Api akan sulit dipadamkan.


Maka, metode ini penting dipahami oleh semua orang yang bekerja di tempat-tempat yang mempunyai resiko kebakaran. Para pemilik perusahaan pun juga perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatan para pegawainya di tempat kerjanya dengan cara memberikan pelatihan keselamatan kebakaran dari pihak professional, misalnya dari DAMKAR.



"Mengapa perlu adanya pelatihan penggunaan apar?"



Apa bedanya metode TATS dan PASS?


Berdasarkan singkatannya, TATS (Tarik, Arahkan, Tekan, Sapukan) dan PASS (Pull, Aim, Squeeze, Swipe) bedanya hanya penggunaan istilah Bahasa

Berikut penjelasan yang lebih lengkap:

TATS

- T: Tarik pin pengaman (Safety Pin) pada APAR

lepas segel dalam menggunakan APAR

-A: Arahkan Nozzle (Mulut pipa) ke dasar Api

cara menggunakan APAR dengan arahkan nozzle

-T: Tekan tuas APAR

menyemprotkan APAR dengan menekan tuasnya

-S: Sapu dasar api dengan mengarahkan nozzle ke kiri dan kanan

cara memadamkan APAR yang efisien dengan mengarahkan ke dasar api

Sedangkan singkatan PASS;

- P : Pull the Safety Pin

-A : Aim the Nozzle at the base of fire

-S: Squeeze the lever from fire extinguisher

-S: Sweep the Nozzle from right to the left over the fire source.

Dari penjelasan berikut kita bisa mengetahui PASS merupakan singkatan dari TATS yang berbahasa Indonesia, tetapi mempunyai arti yang sama dalam penggunaan.



Inilah Tips Cara Menggunakan APAR yang benar

Selain menggunakan kedua metode tersebut dalam memadamkan kebakaran, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika sedang menggunakan APAR:

  • Perhatikan arah angin. Pastikan ketika kita menggunakan APAR dan disemprotkan sesuai dengan arah angin, karena jika tidak, media nya tidak dapat memadamkan dengan cepat.

  • Jarak semprot pada api diusahakan sekitar 3 – 5 meter.

(Notes: Jarak semprot APAR dengan api bisa ditentukan oleh kapasitas dari APAR tersebut. Misalnya kapasitas 1 - 2 kg, dengan jarak 2 – 5 m. 4 – 12 kg, dengan jarak 4 – 9 m. Sedangkan Alat Pemadam Api Beroda dengan berat lebih dari 25 kg, bisa memadamkan api sampai dengan jarak 10 m)

  • Pastikan Nozzle APAR diarahkan ke pusat api sebelum media dikeluarkan.

  • Jangan mengarahkan semprotan APAR ke lidah api, tetapi harus ke dasar api / pusat api

  • Disarankan untuk mempercepat proses pemadaman karena jika dibiarkan, api mudah menyebar di objek-objek sekitar juga ikut terbakar yang pada akhirnya menyebabkan kebakaran yang lebih besar. Jika hal itu terjadi, disarankan jangan menggunakan APAR, tetapi langsung memanggil petugas Damkar.

  • Pastikan jenis APAR yang digunakan sesuai dengan kelas kebakaran.

  • Walaupun APAR hanya digunakan sedikit, perlu diisi ulang secepatnya. Kenapa? Karena ketika APAR tidak diisi ulang dan tekanannya kurang, media yang di dalamnya tidak akan bisa keluar secara maksimal ketika APAR digunakan kembali.


Seperti itulah cara menggunakan APAR yang benar pada umumnya. Metode tersebut wajib dilakukan ketika anda sedang memadamkan kebakaran yang terjadi.

Pastikan juga alat pemadam yang anda gunakan memenuhi standard Nasional, seperti memiliki sertifikat SNI, karena dengan sertifikasi tersebut Alat Pemadam kamu sudah menjalani proses uji coba yang berkompeten.












216 tampilan
bottom of page